Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memberikan penghargaan kepada sopir truk wingbox bernama Aan atas aksi heroik dan empatinya saat mengamankan laju mobil Isuzu Panther yang melaju tidak stabil di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Km 21. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi institusi Polri terhadap kepedulian dan respons cepat yang terbukti dapat mencegah potensi kecelakaan yang lebih besar.
Kejadian yang menjadi viral di media sosial itu memperlihatkan bagaimana Aan dengan sabar mengiringi mobil Panther berwarna silver yang bergerak tidak terkendali, bahkan sempat memepet pembatas jalan sebelum akhirnya mobil tersebut berhenti di area U-turn setelah tersangkut traffic cone. Peristiwa itu berlangsung pada Rabu (21/1) sekitar pukul 07.20 WIB.
Dari hasil penanganan di lokasi, pengemudi mobil Panther dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung. Irjen Agus menilai tindakan sopir truk tersebut sebagai contoh nyata kepedulian antar pengguna jalan yang patut diapresiasi dan dijadikan teladan.
“Atas perintah Bapak Kapolri, saya mewakili institusi Polri. Mas Aan ini menjadi atensi Bapak Kapolri. Hari ini saya bersama Pak Dirgakkum mengundang Panjenengan untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih, sekaligus memberikan piagam penghargaan,” ujar Irjen Agus.
Kakorlantas berharap aksi Aan dapat menjadi pembelajaran bagi pengguna jalan lain agar memiliki empati dan keberanian bertindak dalam situasi darurat dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Aan menceritakan kronologi kejadian, saat dirinya berada di jalur dua sedangkan mobil Panther berada di jalur empat dengan jarak sekitar lima hingga enam kendaraan. Ia mendengar benturan keras dan menyaksikan mobil tersebut oleng ke kiri lalu kembali ke kanan tanpa merespons klakson dari kendaraan lain.
“Banyak kendaraan di belakang membunyikan klakson, tapi tidak ada respons. Saya pindah ke jalur tiga dan mencoba mendekat untuk mengamankan,” kata Aan.
Aan menjelaskan bahwa ia menggunakan klakson truk wingbox yang lebih keras agar pengemudi Panther terbangun, namun upayanya tidak berhasil. Ia kemudian mengiringi kendaraan tersebut sampai berhenti.
Ia juga sempat berkoordinasi dengan anggota TNI yang berada di lokasi untuk memastikan tindakan pengamanan yang diambil tidak membahayakan pengguna jalan lain. Setelah kendaraan berhenti, mesin mobil Panther masih menyala dan kemudian dimatikan sebelum petugas terkait dihubungi.
Tidak lama kemudian, anggota Patroli Jalan Raya (PJR) tiba di lokasi untuk penanganan lebih lanjut.
Mendapat penghargaan tersebut, Aan mengaku terharu dan tidak menyangka tindakannya mendapat perhatian serta apresiasi langsung dari pimpinan Polri.
“Saya benar-benar tidak menyangka bisa sampai ke sini dan bertemu langsung dengan Bapak Kakorlantas. Saya juga tidak aktif di media sosial. Terima kasih banyak atas apresiasi dan penghargaan ini,” ujarnya.
Aksi sopir truk wingbox ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan pengguna media sosial sebagai contoh kepedulian dan kewaspadaan di jalan raya.











